Kajian Seputar Aqidah dan Amaliah Aswaja

Bid'ah Sahabat Nabi dalam Shahih al-Bukhari

Bid’ah ada dua macam: bid’ah terpuji dan bid’ah tercela. Bid’ah terpuji atau populer dengan sebutan bid’ah hasanah adalah setiap perbuatan baru yang tidak bertentangan dengan syariat. Meskipun Nabi Muhammad SAW ...

Mengenal Sosok 'Mubham' dalam Hadits

Suatu hari, Masjid Nabawi kedatangan seorang Arab kampung. Tak dinyana, ia kencing di Masjid Nabawi. Seusai kencing di area masjid, ia langsung pergi. Para sahabat yang mengetahuinya emosi...

Doa agar Terhindar dari Mengetahui Aib Guru

Dalam kitab at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, disebutkan bahwa Rabi’ bin Sulaiman, murid sekaligus sahabat Imam asy-Syafi’i, tidak berani minum di hadapan Imam asy-Syafi’i, karena segan padanya....

Sifat Shalat Nabi Ala ASWAJA

Sangat disayangkan bila dewasa ini muncul sikap-sikap yang kurang bijaksana dari kelompok tertentu yang sibuk mencari-cari kesalahan tata cara shalat kelompok lain dengan mengatakan landasannya lemah, bahkan diiringi dengan vonis bid’ah...

Mayit Bisa Menerima Manfaat dari Amal Orang yang Masih Hidup (Bagian Pertama)

Selain menerima manfaat amal kebajikan yang pernah dikerjakannya semasa hidup, orang yang sudah meninggal dunia juga bisa mendapatkan manfaat dari amaliah saudaranya sesama Muslim,...

Showing posts with label Nahjul Balaghah. Show all posts
Showing posts with label Nahjul Balaghah. Show all posts

Thursday, April 25, 2019

Paksa Dirimu...

Sayyidina Ali ra berkata:

Paksakanlah dirimu agar tetap menanam kebaikan kepada saudaramu di saat ia memutuskan hubungan denganmu. Berusahalah agar tetap bersikap lunak serta mendekatinya di saat ia berpaling darimu. Bersikaplah dermawan kepadanya di saat ia menunjukkan kebakhilannya terhadapmu. Hampirilah ia di saat ia menjauhimu. Hadapilah ia dengan lemah lembut di saat ia memamerkan kekerasan hatinya. Berilah pemaafan untuknya di saat ia melakukan kesalahan terhadapmu, seolah-olah engkau adalah sahayanya dan dialah yang melimpahkan nikmatnya kepadamu.

TETAPI JANGAN MELETAKKAN HAL ITU SEMUA BUKAN PADA TEMPATNYA, ATAU MELAKUKANNYA UNTUK ORANG YANG TIDAK PATUT MENERIMANYA.
Share:

Thursday, April 11, 2019

Pesan Sayyidina Ali Sebelum Wafat

Wahai manusia, setiap orang dalam pelariannya pasti akan menjumpai apa yang menyebabkannya lari. Ajal adalah tempat penghalauan jiwa; karena itu, melarikan diri darinya sama saja dengan menjemputnya. Betapa seringnya aku mengejar waktu guna menyingkap rahasianya yang tertutup rapat, namun Allah tetap menyembunyikannya. Sungguh ia tak terjangkau. Ia adalah ilmu Allah yang tersimpan rapi.

Adapun wasiatku kepadamu, hendaknya engkau selalu bersungguh-sungguh dalam menjaga diri dari menyekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya, dan agar engkau selalu mengikuti jejak Nabi Muhammad Saw dan tidak menelantarkan sunnahnya. Tegakkanlah kedua tiang ini; nyalakanlah kedua pelita ini. Sungguh engkau akan bebas dari kecaman apapun selama tidak menyimpang dari kebenaran kedua-duanya. Curahkanlah segala daya upayamu. Dan semoga Allah Yang Maha Pengampun berkenan meringankan bagi orang-orang yang tidak mengerti, di bawah naungan agama yang lurus dan bimbingan imam yang arif.

Aku kemarin adalah kawanmu. Hari ini aku menjadi pelajaran bagimu. Dan esok aku 'kan meninggalkamu. Karena itu, semoga Allah mengampuni diriku dan dirimu. Bila pijakanku di atas jalan yang licin ini cukup kuat bertahan, aku masih akan bersamamu. Tetapi bila kaki tergelincir juga, hal itu adalah wajar pula. Kita semua selalu terhalang oleh bayang-bayang berbagai ranting, diombang-ambingkan oleh hembusan angin, di bawah naungan awan tebal yang berserakan lalu hilang lenyap di atas bumi.

Sesungguhnya aku ini adalah tetanggamu; tubuhku bersamamu untuk hari-hari tertentu, kemudian engkau akan mendapatiku sebagai jasad tak bernyawa, tenang setelah bergerak dan diam setelah berbicara. Oleh sebab itu, jadikanlah pelajaran bagimu tenang dan pejamnya mataku serta diamnya kedua tangan dan kakiku. Yang demikian itu lebih mendalam pengaruhnya daripada ucapan yang paling mencekam atau kata-kata yang paling memukau.

Kuberdoa untukmu sekalian seraya mengucapkan selamat tinggal, dari seorang yang menunggu saat perjumpaan kembali. Esok kau akan menyadari kebaikan hari-hariku bersamamu, dan tersingkap bagimu rahasia-rahasia perbuatanku. Kau akan benar-benar mengenal diriku setelah kepergianku dan hadirnya penggantiku di tempatku.


Share:

Waktu Saat Ini


Syubbanul Wathon

Tahlilan

Tamu Online