Kajian Seputar Aqidah dan Amaliah Aswaja

Bid'ah Sahabat Nabi dalam Shahih al-Bukhari

Bid’ah ada dua macam: bid’ah terpuji dan bid’ah tercela. Bid’ah terpuji atau populer dengan sebutan bid’ah hasanah adalah setiap perbuatan baru yang tidak bertentangan dengan syariat. Meskipun Nabi Muhammad SAW ...

Mengenal Sosok 'Mubham' dalam Hadits

Suatu hari, Masjid Nabawi kedatangan seorang Arab kampung. Tak dinyana, ia kencing di Masjid Nabawi. Seusai kencing di area masjid, ia langsung pergi. Para sahabat yang mengetahuinya emosi...

Doa agar Terhindar dari Mengetahui Aib Guru

Dalam kitab at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, disebutkan bahwa Rabi’ bin Sulaiman, murid sekaligus sahabat Imam asy-Syafi’i, tidak berani minum di hadapan Imam asy-Syafi’i, karena segan padanya....

Sifat Shalat Nabi Ala ASWAJA

Sangat disayangkan bila dewasa ini muncul sikap-sikap yang kurang bijaksana dari kelompok tertentu yang sibuk mencari-cari kesalahan tata cara shalat kelompok lain dengan mengatakan landasannya lemah, bahkan diiringi dengan vonis bid’ah...

Mayit Bisa Menerima Manfaat dari Amal Orang yang Masih Hidup (Bagian Pertama)

Selain menerima manfaat amal kebajikan yang pernah dikerjakannya semasa hidup, orang yang sudah meninggal dunia juga bisa mendapatkan manfaat dari amaliah saudaranya sesama Muslim,...

Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

Tuesday, July 9, 2019

Ketika Dua Kiai Main Golf

Dalam suatu kesempatan acara di sebuah pesantren di Jawa Timur, Gus Dur bercerita tentang gaya hidup dan perilaku kiai zaman dulu dan zaman sekarang. Di sela-sela penjelasannya, Gus Dur bercerita seputar kiai yang memiliki hobi main golf.

Suatu hari ada dua orang kiai yang sedang bermain golf. Sebut saja Kiai X dan Kiai Z. Kiai X termasuk yang sudah lancar bermain golf, sementara teman bermain golfnya hari itu Kiai Z yang sama sekali tidak pernah bermain golf.

Sehingga Kiai Z selalu mengalami kesulitan dalam mengayunkan stick saat memukul bola. Tiap kali pukulannya meleset, Kiai Z selalu mengumpat, "Sialan, tidak kena!"

Kiai X merasa tidak nyaman juga terus menerus mendengar umpatan Kiai Z tersebut. Lalu dia pun mengingatkan temannya itu:
"Kiai, kita ini kan kiai yang harus menjadi contoh baik bagi masyarakat.Tidak baik kedengarannya kalau sampai mereka mendengarmu mengumpat keras seperti itu!"

Kiai Z menjawab, "Maaf Kiai, saya janji akan berhenti mengumpat, dan kalau sekali lagi saya mengumpat, lebih baik saya disambar petir saja."

Beberapa jam berlalu tanpa terjadi apa-apa. Tapi kemudian Kiai Z lupa akan janjinya. Saat dia memukul bola dan kembali meleset, dia pun mengumpat lagi: "Sialan, tidak kena!"

Tepat pada saat kiai itu mengucapkan umpatan tersebut, terdengar petir menyambar sebatang pohon yang berdiri di belakang mereka. Kedua kiai itu mematung karena kaget luar biasa. Sebelum mereka tersadar, mereka mendengar suara dari langit: "Sialan, tidak kena!"

"Gerrr......." jamaah yang asyik mendengar Gus Dur bercerita pun tertawa.
Share:

Friday, July 20, 2018

Cuti ala Gus Dur

Cuti merupakan jadual libur yang diambil oleh pegawai pada waktu tertentu, tak terkecuali bagi seorang Presiden.

Namun demikian lain menurut Gus Dur. Baginya, seorang Presiden tidak ada waktu untuk meliburkan diri. Lalu bagaimana untuk mengatasi rasa lelah dan capek?

Cerita terkait ini berawal dari usulan cuti. Gus Dur ditanya tentang persoalan cuti seorang Presiden RI.

“Gus, menurut Anda, bagaimana tentang cuti ini?” tanya seorang wartawan kepadanya.

“Cuti? Waah, urusan negara teramat penting untuk ditinggal cuti oleh presidennya hanya karena lelah bekerja,” jawab Gus Dur tegas.

“Lalu bagaimana untuk mengatasi lelah bagi seorang Presiden kalau tidak ada cuti, Gus?” wartawan lain menimpali.

“Kalau lelah, ya tidur saja tidak usah cuti segala,” jawab Gus Dur enteng.

Gus Dur kembali berseloroh, “Begini, waktu saya jadi Presiden, saya tidak pernah cuti. Kalau lelah ya tidur meski lagi sidang kabinet”.

Tawa orang-orang yang sedang mengelilinginya pun pecah, “Geeerrr....”.
Share:

Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura

KH Hasyim Muzadi termasuk di antara kiai-kiai NU yang punya selera humor tinggi. Humor Kiai Hasyim berserakan kepada orang-orang yang pernah dekat dengannya. Staf Khusus Menteri Sosial RI Mas’ud Said termasuk orang yang terkesan dengan humor Kiai Hasyim.

Menurut Mas’ud Said, saat Kiai Hasyim menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, Kiai Hasyim pernah diundang oleh kiai dari Madura.

Orang Madura, katanya, kalau menyambut kiai besar apalagi Ketua Umum PBNU, sudah pasti penghormatannya luar biasa. Semua mobil yang bagus datang, makanan yang enak dihidangkan.

“Mari Kiai Hasyim ini udang, mari Kiai Hasyim ini kepiting yang enak ini,” kata Kiai Madura mengajak Kiai Hasyim untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.

“Pak Haji, gak boleh saya makan gini-gini karena kolesterol,” kata Kiai Hasyim menolak dengan diikuti penjelasan kesehatannya. Tapi kiai Madura itu tidak putus asa agar Kiai Hasyim tetap memakannya. 

Ia berujar kepada Kiai Hasyim, “Jangan dimakan kolesterolnya kiai, dagingnya saja (yang dimakan),” timpal si kiai asal Madura itu dengan logat khas Maduranya.

Kisah ini diceritakan Prof Mas’ud Said saat menghadiri 40 hari Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi di Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat.
Share:

Waktu Saat Ini


Syubbanul Wathon

Tahlilan

Tamu Online